Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2025

Cara Licik Pejabat Bagi-Bagi Jabatan ( Politik Balas Budi ) Dalam Pemerintahannya

Foto : ilustrasi pejabat sedang rapat Biasanya praktik seperti itu dikenal sebagai politik balas budi atau patronase politik. Mekanismenya bisa bermacam-macam, meskipun secara formal sering dibungkus dengan alasan “penempatan sesuai kompetensi” atau “hak prerogatif pejabat”. Secara umum, alurnya kira-kira seperti ini: 1. Inventarisasi pendukung Setelah terpilih, pejabat (misalnya kepala daerah atau pejabat politik lain) akan mendata siapa saja tokoh, kelompok, atau individu yang sudah berkontribusi besar dalam pemenangan. 2. Pemetaan jabatan yang tersedia Jabatan strategis di birokrasi, BUMD, atau lembaga-lembaga tertentu dipetakan. Ada yang sifatnya struktural (kepala dinas, staf ahli), ada juga yang sifatnya non-struktural (tenaga ahli, komisaris). 3. Bagi-bagi posisi Pendukung “utama” biasanya mendapat posisi lebih bergengsi atau yang punya akses sumber daya. Pendukung lain bisa ditempatkan di posisi yang lebih kecil, atau minimal mendapat akses proyek/kontrak kerja sama. 4. Alasan ...

Tips Menolak Ajakan Judi Online Tanpa Merusak Pertemanan

Foto : ilustrasi empat pria sedang menggunakan ponsel untuk bermain judi online (Gemini App) Di era digital, judi online semakin mudah diakses dan sering dianggap “seru-seruan” di kalangan anak muda. Namun, dampaknya bisa sangat merugikan: keuangan berantakan, stres, bahkan rusaknya hubungan sosial. Sayangnya, tantangan terbesar bukan hanya dari aplikasi judi itu sendiri, melainkan juga dari lingkungan pergaulan yang sudah terpapar. Lalu, bagaimana cara menolak ajakan judi online tanpa membuat hubungan dengan teman menjadi canggung? 1. Gunakan Alasan Pribadi yang Netral Menolak tidak selalu harus frontal. Gunakan alasan yang kuat tetapi tetap ramah. Contoh: “Gue lagi fokus nabung buat sesuatu, jadi nggak mau buang uang ke hal-hal begitu.” Alasan pribadi membuat penolakan lebih mudah diterima, karena teman akan menganggap itu sebagai pilihan hidupmu, bukan kritik terhadap mereka. 2. Alihkan ke Aktivitas Lain Alihkan perhatian ke kegiatan positif yang sama-sama bisa dinikmati. “Daripada ...

Siasat Membangun Rumah untuk Keluarga dengan Penghasilan UMR

Foto : Rumah yang hampir sudah selesai dibangun Memiliki rumah sendiri adalah impian hampir semua keluarga di Indonesia. Namun, bagi keluarga dengan penghasilan setara Upah Minimum Regional (UMR), hal ini sering dianggap sulit dicapai. Meski demikian, bukan berarti mustahil. Dengan strategi yang tepat, rumah layak huni tetap bisa terwujud. Berikut adalah beberapa siasat cerdas yang dapat dilakukan : 1. Tentukan Skala Prioritas Langkah awal adalah memutuskan kebutuhan dasar rumah. Fokuslah pada fungsi utama: tempat tidur, ruang berkumpul, dapur sederhana, dan kamar mandi. Hindari membangun rumah terlalu besar sejak awal. Rumah bisa diperluas bertahap sesuai kemampuan finansial. 2. Pilih Lokasi yang Realistis Lokasi strategis biasanya mahal. Untuk penghasilan UMR, pilihlah lokasi yang lebih terjangkau, misalnya di pinggiran kota dengan akses transportasi umum yang baik. Selain harga tanah lebih murah, peluang pembangunan rumah lebih luas juga terbuka. 3. Bangun Bertahap (Incremental Hous...