Langsung ke konten utama

Cara Licik Pejabat Bagi-Bagi Jabatan ( Politik Balas Budi ) Dalam Pemerintahannya

Foto : ilustrasi pejabat sedang rapat



Biasanya praktik seperti itu dikenal sebagai politik balas budi atau patronase politik. Mekanismenya bisa bermacam-macam, meskipun secara formal sering dibungkus dengan alasan “penempatan sesuai kompetensi” atau “hak prerogatif pejabat”. Secara umum, alurnya kira-kira seperti ini:


1. Inventarisasi pendukung


Setelah terpilih, pejabat (misalnya kepala daerah atau pejabat politik lain) akan mendata siapa saja tokoh, kelompok, atau individu yang sudah berkontribusi besar dalam pemenangan.


2. Pemetaan jabatan yang tersedia


Jabatan strategis di birokrasi, BUMD, atau lembaga-lembaga tertentu dipetakan. Ada yang sifatnya struktural (kepala dinas, staf ahli), ada juga yang sifatnya non-struktural (tenaga ahli, komisaris).


3. Bagi-bagi posisi


Pendukung “utama” biasanya mendapat posisi lebih bergengsi atau yang punya akses sumber daya. Pendukung lain bisa ditempatkan di posisi yang lebih kecil, atau minimal mendapat akses proyek/kontrak kerja sama.


4. Alasan formal


Supaya terlihat sah, penunjukan sering dibungkus dengan narasi :


“Sesuaikan dengan kompetensi”

“Kebutuhan organisasi”

“Mendukung visi-misi kepala daerah”


5. Risiko & kritik


Jika terlalu kental nuansa balas budi, bisa menurunkan profesionalisme birokrasi. Rentan konflik kepentingan. Bisa memicu praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN).


Praktik ini sebenarnya banyak dikritik karena merusak meritokrasi. Idealnya jabatan birokrasi diisi lewat mekanisme seleksi terbuka berbasis kompetensi, bukan karena jasa politik.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tips Menolak Ajakan Judi Online Tanpa Merusak Pertemanan

Foto : ilustrasi empat pria sedang menggunakan ponsel untuk bermain judi online (Gemini App) Di era digital, judi online semakin mudah diakses dan sering dianggap “seru-seruan” di kalangan anak muda. Namun, dampaknya bisa sangat merugikan: keuangan berantakan, stres, bahkan rusaknya hubungan sosial. Sayangnya, tantangan terbesar bukan hanya dari aplikasi judi itu sendiri, melainkan juga dari lingkungan pergaulan yang sudah terpapar. Lalu, bagaimana cara menolak ajakan judi online tanpa membuat hubungan dengan teman menjadi canggung? 1. Gunakan Alasan Pribadi yang Netral Menolak tidak selalu harus frontal. Gunakan alasan yang kuat tetapi tetap ramah. Contoh: “Gue lagi fokus nabung buat sesuatu, jadi nggak mau buang uang ke hal-hal begitu.” Alasan pribadi membuat penolakan lebih mudah diterima, karena teman akan menganggap itu sebagai pilihan hidupmu, bukan kritik terhadap mereka. 2. Alihkan ke Aktivitas Lain Alihkan perhatian ke kegiatan positif yang sama-sama bisa dinikmati. “Daripada ...

ACCISMUS, PURA-PURA TIDAK TERTARIK PADA SESEORANG TAPI SEBENARNYA SUKA BANGET

  Accismus adalah keadaan dimana ketika kita berpura-pura tidak tertarik pada seseorang padahal dalam hati kita sangat menyukai orang tersebut. Kondisi ini memang banyak atau sering terjadi pada kalangan anak muda remaja serta orang-orang dewasa yang sedang jatuh cinta. Saat kita menyukai seseorang pasti kita akan memperhatikan orang itu dengan seksama. Mulai dari cara dia berbicara, tingkah lakunya, serta kebiasaan-kebiasaan yang sering dia lakukan. Pada akhirnya hati kita benar-benar menyukai orang itu karena ada sesuatu dari dia yang kita sukai. Misalnya kita menyukai dia karena mempunyai wajah yang cantik dan putih, atau sikap dan tingkah lakunya yang sopan dan rendah hati. Bisa juga kita suka dengan dia karena dia sering memberi kita pertolongan atau perhatian jadi membuat hati kita luluh. Ada beberapa jenis sikap yang akan dilakukan seseorang saat sedang jatuh cinta : 1. Bersikap to the point terhadap apa yang dirasakan oleh hatinya. Orang-orang macam ini akan langsung bersi...

Siasat Membangun Rumah untuk Keluarga dengan Penghasilan UMR

Foto : Rumah yang hampir sudah selesai dibangun Memiliki rumah sendiri adalah impian hampir semua keluarga di Indonesia. Namun, bagi keluarga dengan penghasilan setara Upah Minimum Regional (UMR), hal ini sering dianggap sulit dicapai. Meski demikian, bukan berarti mustahil. Dengan strategi yang tepat, rumah layak huni tetap bisa terwujud. Berikut adalah beberapa siasat cerdas yang dapat dilakukan : 1. Tentukan Skala Prioritas Langkah awal adalah memutuskan kebutuhan dasar rumah. Fokuslah pada fungsi utama: tempat tidur, ruang berkumpul, dapur sederhana, dan kamar mandi. Hindari membangun rumah terlalu besar sejak awal. Rumah bisa diperluas bertahap sesuai kemampuan finansial. 2. Pilih Lokasi yang Realistis Lokasi strategis biasanya mahal. Untuk penghasilan UMR, pilihlah lokasi yang lebih terjangkau, misalnya di pinggiran kota dengan akses transportasi umum yang baik. Selain harga tanah lebih murah, peluang pembangunan rumah lebih luas juga terbuka. 3. Bangun Bertahap (Incremental Hous...