| Foto : Rumah yang hampir sudah selesai dibangun |
Memiliki rumah sendiri adalah impian hampir semua keluarga di Indonesia. Namun, bagi keluarga dengan penghasilan setara Upah Minimum Regional (UMR), hal ini sering dianggap sulit dicapai. Meski demikian, bukan berarti mustahil.
Dengan strategi yang tepat, rumah layak huni tetap bisa terwujud. Berikut adalah beberapa siasat cerdas yang dapat dilakukan :
1. Tentukan Skala Prioritas
Langkah awal adalah memutuskan kebutuhan dasar rumah. Fokuslah pada fungsi utama: tempat tidur, ruang berkumpul, dapur sederhana, dan kamar mandi. Hindari membangun rumah terlalu besar sejak awal. Rumah bisa diperluas bertahap sesuai kemampuan finansial.
2. Pilih Lokasi yang Realistis
Lokasi strategis biasanya mahal. Untuk penghasilan UMR, pilihlah lokasi yang lebih terjangkau, misalnya di pinggiran kota dengan akses transportasi umum yang baik. Selain harga tanah lebih murah, peluang pembangunan rumah lebih luas juga terbuka.
3. Bangun Bertahap (Incremental Housing)
Banyak keluarga menunda membangun rumah sampai dana cukup. Padahal, sistem bangun bertahap justru lebih realistis:
Tahap 1 : pondasi, dinding utama, atap, dan satu kamar.
Tahap 2 : tambah kamar tidur, dapur permanen, atau ruang tamu.
Tahap 3 : finishing seperti keramik, cat, dan pagar.
Dengan cara ini, rumah bisa dihuni lebih cepat tanpa menunggu dana terkumpul penuh.
4. Gunakan Desain Hemat Biaya
Desain rumah minimalis dengan denah sederhana dapat mengurangi biaya material dan tukang. Pilih bentuk bangunan persegi atau persegi panjang untuk efisiensi. Hindari banyak lekukan atau ornamen yang hanya menambah biaya.
5. Manfaatkan Material Lokal
Harga material bangunan bisa menyedot sebagian besar anggaran. Solusinya :
- Gunakan bata ringan atau batako produksi lokal.
- Pertimbangkan atap seng gelombang atau spandek sebagai alternatif genteng keramik.
- Untuk finishing, cukup plester dan cat sederhana.
- Pemakaian material lokal selain hemat, juga mendukung ekonomi sekitar.
6. Cari Skema Pembiayaan yang Tepat
Bagi keluarga dengan penghasilan UMR, ada beberapa opsi pembiayaan :
- KPR Subsidi FLPP : cicilan lebih ringan dengan bunga tetap.
- Tabungan perumahan (Tapera) : program pemerintah untuk membantu pekerja berpenghasilan rendah.
- Arisan keluarga/komunitas : bisa jadi solusi swadaya yang fleksibel.
7. Libatkan Tenaga Tukang Lokal
Menggunakan tukang lokal yang terpercaya dapat menekan ongkos. Sistem borongan untuk pekerjaan tertentu (misalnya dinding atau atap) biasanya lebih hemat dibanding sistem harian.
8. Terapkan Prinsip Rumah Tumbuh
Rumah tidak harus langsung sempurna. Konsep rumah tumbuh memungkinkan bangunan berkembang seiring waktu. Misalnya, mulai dengan tipe 21, lalu dikembangkan menjadi tipe 36 atau lebih ketika kondisi keuangan membaik.
9. Gaya Hidup Hemat untuk Tabungan
Membangun rumah memerlukan konsistensi finansial. Buat anggaran bulanan yang realistis, sisihkan sebagian penghasilan untuk tabungan rumah, dan minimalkan utang konsumtif.
Kesimpulan :
Membangun rumah dengan penghasilan UMR memang menantang, tetapi bukan tidak mungkin. Dengan strategi seperti bangun bertahap, memanfaatkan material lokal, memilih pembiayaan subsidi, dan menerapkan konsep rumah tumbuh, keluarga tetap bisa mewujudkan hunian yang layak dan nyaman. Kuncinya adalah disiplin, realistis, serta kreatif dalam mengelola sumber daya.
Komentar
Posting Komentar
Mari berkomentar dengan bijak dengan komentar yang bisa anda tanggung jawabkan.