Foto : ilustrasi pejabat sedang rapat Biasanya praktik seperti itu dikenal sebagai politik balas budi atau patronase politik. Mekanismenya bisa bermacam-macam, meskipun secara formal sering dibungkus dengan alasan “penempatan sesuai kompetensi” atau “hak prerogatif pejabat”. Secara umum, alurnya kira-kira seperti ini: 1. Inventarisasi pendukung Setelah terpilih, pejabat (misalnya kepala daerah atau pejabat politik lain) akan mendata siapa saja tokoh, kelompok, atau individu yang sudah berkontribusi besar dalam pemenangan. 2. Pemetaan jabatan yang tersedia Jabatan strategis di birokrasi, BUMD, atau lembaga-lembaga tertentu dipetakan. Ada yang sifatnya struktural (kepala dinas, staf ahli), ada juga yang sifatnya non-struktural (tenaga ahli, komisaris). 3. Bagi-bagi posisi Pendukung “utama” biasanya mendapat posisi lebih bergengsi atau yang punya akses sumber daya. Pendukung lain bisa ditempatkan di posisi yang lebih kecil, atau minimal mendapat akses proyek/kontrak kerja sama. 4. Alasan ...
Foto : ilustrasi empat pria sedang menggunakan ponsel untuk bermain judi online (Gemini App) Di era digital, judi online semakin mudah diakses dan sering dianggap “seru-seruan” di kalangan anak muda. Namun, dampaknya bisa sangat merugikan: keuangan berantakan, stres, bahkan rusaknya hubungan sosial. Sayangnya, tantangan terbesar bukan hanya dari aplikasi judi itu sendiri, melainkan juga dari lingkungan pergaulan yang sudah terpapar. Lalu, bagaimana cara menolak ajakan judi online tanpa membuat hubungan dengan teman menjadi canggung? 1. Gunakan Alasan Pribadi yang Netral Menolak tidak selalu harus frontal. Gunakan alasan yang kuat tetapi tetap ramah. Contoh: “Gue lagi fokus nabung buat sesuatu, jadi nggak mau buang uang ke hal-hal begitu.” Alasan pribadi membuat penolakan lebih mudah diterima, karena teman akan menganggap itu sebagai pilihan hidupmu, bukan kritik terhadap mereka. 2. Alihkan ke Aktivitas Lain Alihkan perhatian ke kegiatan positif yang sama-sama bisa dinikmati. “Daripada ...