Setelah menikah, pasti banyak sekali pasangan yang sedikit bingung dengan pilihan tinggal bersama mertua atau memilih mengontrak jika belum memiliki rumah sendiri. Sebenarnya masalah ini sangat klasik sekali. Sejak jaman dulu sebelum atau sesudah menikah pilihan ini selalu membuat kebingungan beberapa pasangan yang baru saja menikah.
Sebenarnya tinggal bersama mertua atau memilih mengontrak sendiri itu pilihan yang mudah. Tapi kebanyakan pasangan berpikir kalau hal itu seakan menjadi rumit kala banyak sekali persepsi buruk yang muncul di benak mereka jika memilih tinggal bersama mertua.
Ketahuilah bagi para pasangan yang baru menikah memang tinggal bersama mertua kata banyak orang terasa tidak enak. Ada yang bilang kalau tinggal bersama mertua pasti akan ada banyak omongan yang membuat mereka tidak betah. Tapi kebanyakan mereka tidak betah karena merasa tidak bebas untuk mengelola rumah tangganya sendiri karena pasti akan ada campur tangan mertua jika mereka tinggal bersama.
Ketahuilah jika ingin tinggal bersama mertua, kalian harus memerhatikan faktor-faktor berikut. Karena beberapa alasan bisa membuatmu nyaman saat tinggal bersama mertua, tapi juga ada yang membuatmu merasa tidak betah jika tinggal bersama mereka.
1. Ketahui dulu sifat dan karakter mertua kamu.
Banyak yang bilang kalau mertua itu seperti monster yang selalu ikut campur di rumah tangga anaknya. Sebagian besar menantu takut dengan mertua karena tidak mau di omeli setiap ada masalah dengan pasangannya. Saking banyaknya pendapat buruk tentang mertua hingga membuat beberapa menantu kerap tidak akur dengan mertuanya sendiri bahkan sering bermasalah dengannya.
Maka dari itu sebelum kita terjerumus ke masalah tersebut, sebaiknya ketahui dulu sifat dan kepribadian mertua kalian. Faktanya dalam berumah tangga, mertua selalu ingin ikut campur ke dalam kehidupan anaknya. Hal itu wajar dilakukan karena mereka berpikir dengan pengalamannya dulu waktu setelah menikah bisa menjadi pembelajaran kepada anaknya.
Seringnya mertua akan memberi saran kepada sang anak jika ada sesuatu yang kurang dalam kehidupan anaknya. Tapi faktanya bukan saran saja yang selalu menantu terima. Banyak di antaranya diberi nasehat dengan nada menyindir bahkan dengan nada keras kepada para menantu, sehingga membuat mereka para menantu takut.
Jika kamu punya mertua yang seperti itu, sebaiknya hindari untuk tinggal bersama dengannya. Karena dengan kebiasaan mertua ikut campur urusan rumah tangga kita, membuat kita sering kebingungan untuk mencari solusi sendiri jika ada masalah yang terjadi. Kita akan terus bergantung dengan saran dan nasehat dari mereka. Akan lebih baik jika kita terbiasa mandiri dalam mengambil langkah bersama. Minta saran mertua boleh, tapi jangan terus-terusan karena efeknya mertua akan terus ikut campur jika kita terus mengadu kepada mereka.
Namun jika mertua kalian memiliki sifat yang ramah dan ceria, serta tidak mudah marah, maka saya rasa pantas untuk kalian tinggal bersama mereka. Orang-orang yang mudah ceria dan tersenyum biasanya sangat mudah untuk menerima orang lain, apalagi menantunya sendiri. Beberapa orang bahkan ada yang bilang kalau memiliki mertua seperti ini mereka akan menyayangi kita melebihi kasih sayangnya kepada anak kandungnya sendiri.
2. Lihat dulu luas rumah mertua kamu.
Selain kepribadian, besar kecilnya rumah juga menjadi faktor terbesar saat ingin tinggal bersama mertua. Periksa dulu fasilias yang ada di rumah mertua kamu. Apakah masih ada kamar dan banyak ruang yang tersisa untuk tinggal jika kalian disana. Karena rumah yang sempit biasanya sedikit menyulitkan banyak anggota keluarga untuk beraktivitas.
Apalagi jika sudah tidak banyak ruangan yang tersisa, maka kita akan kesulitan jika harus meletakkan sesuatu pribadi milik kita. Bukan hanya itu, kita sendiri juga akan kesulitan jika beraktivitas di dalam rumah. Misalnya saat bolak balik ke dapur, karena ruangan dapur menyatu dengan ruangan tv, alhasil kita pun akan sering melewati anggota keluarga lain yang sedang asik menonton tv. Jujur itu membuat perasaan kita tidak enak karena merasa menganggu kerabat lain yang sedang asik bersantai.
3. Berapa banyak anggota keluarga pasangan kamu yang tinggal di rumah.
Banyak anggota keluarga yang tinggal di satu rumah memang membuat suasana rumah jadi rame. Tapi tahukah anda? Jika kita tinggal dengan mereka maka rumah tangga kita bisa kurang mandiri dalam menghadapi cobaan hidup. Hal itu terjadi karena kerabat kita banyak, jadi jika kita punya masalah dengan pasangan maka bukan tidak mungkin kalau mereka pasti akan ikut campur.
Coba bayangkan jika mertua dan kakak atau adik ipar kalian ikut campur dengan rumah tangga yang baru kalian bangun, pasti membuat kamu sedikit ilfil bukan. Memang ada bagusnya jika banyak saran dan nasihat yang akan kalian terima, tapi itu akan menjadi suatu ketergantungan karena menjadi kebiasaan suatu saat nanti.
Lebih baik cari saran dan solusi sendiri bersama pasangan kalian. Karena hal itu juga akan melatih kalian dalam kehidupan berumah tangga. Dan juga akan menjadi pengalaman di masa depan, karena kalian sendiri yang menangani masalah itu bukan karena campur tangan kerabat kita.
4. Tinggal karena permintaan mertua atau sudah mendapat izin dari mereka.
Faktor diatas adalah yang paling membuat pasangan suami istri bahagia. Tinggal bersama mertua karena permintaan dari mereka akan membuat kepercayaan kita dalam menempuh kehidupan baru akan semakin meningkat. Biasanya mertua yang meminta menantu untuk tinggal bersama karena ingin melihat kedua anaknya bahagia.
Mereka tidak akan banyak mencampuri rumah tangga kita karena mereka tahu kalau hal itu bisa membuat menantunya tidak betah. Selain itu, ikut campur ke dalam urusan rumah tangga anak akan membuat hubungan mertua dengan menantu kurang baik.
Maka dari itu jika mertua kamu punya permintaan seperti ini, berarti itu menandakan kalau mereka tidak mau kehilangan kamu sebagai menantunya. Mereka akan sepenuhnya mempercayai kamu sebagai menantunya untuk mengurus rumah tangga dengan kemampuan masing-masing. Bahkan mereka akan sering membantu kita tanpa kita yang meminta kepada mereka saat ada masalah yang sangat genting.
5. Memilih mengontrak jika belum punya rumah sendiri.
Inilah pilihan yang banyak disukai oleh pasangan yang baru menikah. Meskipun hanya mengontrak, tapi setidaknya hal ini akan membuat kehidupan mereka terasa lebih bebas tanpa gangguan dari mertua dan kerabat lain. Dengan begini maka mereka akan bebas menentukan pilihan hidup dan merencanakan masa depan rumah tangga mereka dengan unek-unek yang ada di pikiran masing-masing.
Memang tidak mudah jika mengontrak sendiri, maka dari itu sebelum kamu memilih hidup mandiri, kamu harus merinci keuangan dahulu sebelum pernikahan. Secara rinci data dulu semua kebutuhan dan pengeluaran yang akan kalian habiskan nanti. Sesuaikan dengan pemasukan yang kalian dapat saat ini. Jangan lupa sisakan juga untuk uang tabungan kalian agar bisa memiliki rumah sendiri di masa depan nanti.
Pada dasarnya jika belum memiliki rumah, memang akan ada beban sendiri usai menikah nanti. Tapi pilihan tinggal bersama mertua atau tidak, seharusnya tidak akan menjadi beban pikiran jika kita sudah merencanakan semuanya jauh-jauh hari sebelum pernikahan.
Maka dari itu pentingnya untuk membuat diri kita mapan dengan rencana yang sudah kita inginkan. Kita tidak boleh tergesa-gesa dan terlalu memaksa jika memang semuanya belum siap. Karena kita tidak akan tahu kapan masalah akan datang dalam kehidupan rumah tangga kita. Maka dari itu rencanakan dengan matang dulu sebelum mewujudkannya.
Jangan sampai kalian menyesal karena sudah mengambil langkah yang sekarang sedang kalian hadapi. Karena penyesalan tidak akan berguna. Yang harus kita lakukan hanyalah mencegah agar bisa meminimalkan suatu masalah atau penyesalan di masa depan. Kadang yang sudah merencanakan dengan matang saja bisa gagal, apalagi yang tidak sama sekali.
Sekian dulu artikel yang bisa saya bagikan kali ini. Terimakasih sudah membaca artikel ini sampai selesai. Jangan lupa baca juga artikel lain yang ada disini agar pengetahuan dan pemikiran kita semakin terbuka. Sekian dan Terimakasih.

Komentar
Posting Komentar
Mari berkomentar dengan bijak dengan komentar yang bisa anda tanggung jawabkan.