Saat kita menjalani suatu hubungan percintaan mungkin beberapa kali ada masalah yang memang perlu untuk dibicarakan dengan baik-baik. Mungkin bila perjalanan cinta kalian masih beberapa bulan atau minggu belum ada masalah yang benar-benar parah atau harus dibicarakan dengan baik.
Namun beda halnya jika perjalanan cinta sudah bertahun-tahun pasti sudah banyak masalah yang dihadapi. Mulai dari sikap yang berbeda waktu pertama kali bertemu, harus menyesuaikan diri dengan kondisi pasangan, bahkan pertengkaran yang disebabkan oleh hal yang sepele.
Masalah dalam hubungan kali ini memang tergolong sering terjadi pada pasangan yang sedang menjalani hubungan pacaran atau pun berumah tangga. Mungkin kalian akan kesal jika punya pasangan yang suka selingkuh atau pernah selingkuh.
Beberapa dari mereka ada yang memaafkan pasangannya dan mulai menjalani kehidupan yang baru. Namun lebih banyak juga yang memilih untuk berpisah karena tidak mau terjadi lagi dikemudian hari yang membuat sakit hati dan trauma.
Jika kalian ingin memaafkan pasangan yang selingkuh ketahuilah syarat-syarat ini terlebih dahulu. Agar kalian bisa mempertimbangkan keputusan kalian dengan baik dan tidak menyesal di kemudian hari.
1. Apakah dia minta maaf secara tulus?
Dalam hal ini patut kita perhatikan lebih seksama apakah pasangan kita benar-benar meminta maaf dengan tulus dari hati, bukan hanya omong belaka. Hal ini bisa kita lihat dari sikap dan ekspresi dia saat memohon kepada kita.
Biasanya orang yang tulus dia rela melakukan sesuatu yang membuat kita akan percaya. Dia akan menunjukkan pembuktian kepada kita kalau benar-benar tidak akan mengulangi selingkuh lagi dikemudian hari.
Pasangan yang benar-benar tulus dia akan melakukan pembuktian dikemudian hari dengan sikap yang lebih baik. Biasanya dia memberikan perhatian yang lebih kepada kita. Memberikan kabar setiap dia senggang kepada kita. Serta memberikan waktu luangnya kepada kita untuk sekedar berkomunikasi atau mengajak makan bersama.
Jika dia benar-benar konsisten dalam beberapa bulan kedepan berarti pasangan kita melakukan pembuktian dengan jujur. Karena itu bisa menunjukkan bahwa dia tidak ingin kehilangan kita, dan menjadikan kita sebagai kekasih yang sangat dia inginkan. Namun bila dalam beberapa hari atau minggu kedepan pasangan kita mulai bersikap biasa-biasa saja bisa jadi dia memang sudah terbiasa untuk selingkuh namun kita tidak mengetahuinya.
2. Apakah dia menyalahkanmu?
Orang yang baik pasti tidak akan menyalahkan orang lain. Dia pasti akan sadar dan mengakui kesalahannya bila bersalah. Bahkan bila orang lain yang terbukti bersalah dia juga tidak menyalahkan orang itu, dia cenderung lebih menerima dan memaafkannya dengan sepenuh hati.
Namun bila dia menyalahkanmu padahal sudah terbukti bahwa dia berselingkuh, maka pertimbangkanlah dengan baik jika kita benar-benar akan menerimanya lagi. Biasanya pasangan seperti ini akan menyalahkan kita karena kita dulu juga pernah selingkuh atau pernah melakukan kesalahan yang membuat pasangan seperti ingin balas dendam.
Ketahuilah pasangan yang baik dan tulus maka dia tidak akan melakukan itu walau dulu kita pernah melakukan kesalahan kepadanya. Dia akan cenderung melupakan hal itu dan mulai menjalani komitmen baru agar kehidupan di masa depan akan lebih bahagia lagi.
Namun sebagai pasangan yang sudah dimaafkan sebaiknya kita juga tidak mengulangi kesalahan masa lalu. Karena itu akan membuat pasangan kita hilang rasa cinta dan kepercayaan pada diri kita. Maka dari itu jika pasangan sudah melupakan kesalahan masa lalu dan tidak pernah mengungkitnya bisa dipastikan dia adalah pasangan yang baik.
3. Pertimbangkan dulu seribu kebaikan yang dia lakukan kepada kita.
Jika pasangan sudah selingkuh memang kita akan merasa kesal dan benci sama pasangan kita. Namun jika dulu dia banyak melakukan kebaikan kepadamu sebaiknya pertimbangkan terlebih dahulu. Jangan asal mengecap bahwa dia adalah orang buruk yang harus kita tinggalkan.
Jika sebelum selingkuh dia banyak berkorban dan melakukan hal-hal kebaikan demi kita berarti dia menjadikan kita sebagai prioritas atau salah satu orang penting bagi dirinya. Maka dari itu coba berikan dia waktu untuk membuat penjelasan. Jika sekiranya penjelasan itu bisa diterima dengan akal sehat, serta dilengkapi dengan bukti-bukti yang kuat, maka kita boleh mempertimbangkan untuk memberikan dia kesempatan.
Kita memang tidak boleh menuduh dan mengecap dia sebagai orang buruk. Apalagi jika dulu dia suka berkorban kepada kita serta memaafkan semua kesalahan kita. Namun semua keputusan kembali lagi kepada kita apakah ingin memberinya kesempatan atau tidak. Namun pertimbangkan dengan masak ya agar masa depanmu nanti tidak hancur hanya karena hal semacam ini.
4. Apakah pasangan kita punya riwayat selingkuh?
Kalau dia pernah selingkuh waktu berhubungan dengan pasangan sebelumnya, maka patut kita curigai dengan komitmen dia. Biasanya orang yang punya banyak riwayat selingkuh cenderung akan menyepelekan masalah seperti ini. Dia akan berpikir bahwa selingkuh adalah hal yang boleh dia lakukan selagi kita tidak mengetahuinya.
Dia yang suka selingkuh biasanya tidak memiliki komitmen yang kuat dalam menjalani hubungan. Dia akan berpikir bahwa menjalani hubungan adalah semacam seleksi serta perjalanan menemukan pasangan yang baik. Jauhi pasangan yang seperti ini, karena dia hanya akan membuat kita sakit hati bila terus memberinya kesempatan.
Namun jika dia dulunya tidak pernah selingkuh maka boleh kita memberikan dia waktu untuk menjelaskan semuanya. Jika sekiranya dia benar-benar tulus dan memberikan bukti tidak akan mengulanginya, maka boleh kita pertimbangkan untuk memberinya kesempatan kedua.
Oke, sekiranya itu dulu saran saya kali ini. Memang dalam menjalani suatu hubungan pasti akan ada banyak masalah yang terjadi, paling banyak ya selingkuh. Tapi dalam hal ini tolong untuk kalian semua agar menyelesaikan persoalan ini dengan baik dan damai. Karena tidak semua masalah seperti ini harus kita selesaikan dengan satu pihak.
Pertimbangkan dulu beberapa faktor seperti diatas agar kita tidak salah dalam mengambil keputusan. Memang kita tidak akan tahu perasaan dan hati orang lain. Namun setidaknya kita bisa memprediksinya lewat sikap, kebiasaan, serta tingkah lakunya. Oke mungkin sedikit itulah penjelasan saya kali ini. Terimakasih telah membaca artikel saya.

Komentar
Posting Komentar
Mari berkomentar dengan bijak dengan komentar yang bisa anda tanggung jawabkan.